Minggu, 25 Desember 2011

REFLEKSI FAKTOR BIOTIK DAN ABIOTIK (FAKTOR EDAFIK (TANAH) DAN TOPOGRAFI)

Kelompok 5 
Presenter: Dani Resta Nur diyana, Ayu Puspita Lestari, Suhartatik
Dari hasil diskusi dan presentasi mengenai Tanah dan Topografi dapat diambil beberapa rangkuman serta informasi-informasi baru seputar Tanah dan Topografi.
 
Berjalanya Suatu Pemblajaran :
Perkuliahan ekologi tumbuhan dilaksanakan di gedung kulia bersama universitas muhammadiyah malang di gedung 519 at 03.00 pm. Tepat pada jam 03.00 pm perkuliahan dimulai dan langsug diadakan presentasi terhadap kelompok yang presentasi pada waktu itu, yaitu tentang faktor biotik dan abiotik tanah dan topografi.  Dalam presentasi ini pertama, pemateri memaparkan tentang bab yag di bahas kali ini dengan menggunakan pemaparan pada sistem mereka tersendiri. Setelah pemateri selesai memaparkan hasil presentasinya semua, kemudian moderator mengarahkan untuk sesi tanya jawab kepada ausiens. Disinilah banyak audiens yang bertanya kepada, salah satunya adalah bertanya tentang topografi yang di tanyakan oleh saudara yulius kepada audiens. dan masi banyak lagi pertanyaan yang di tanyakan oleh audiens kepada pemateri. Mungkin itu tadi adalah jalannya pembelajaran yang terjadi pada saat itu dan sekarang kita akan membahas tentang penyampean materi yang di paparkan oleh pemateri seperti berikut ini :  Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan. Tanah memiliki struktur yang berongga guna untuk pertumbuhan akar tumbuhan untuk bernafas dan tumbuh, tanah juga mempunyai fungsi penting untuk menyimpan air dan menekan erosi.
Tanah terdiri dari 3 komponen yaitu:
  • Komponen padatan yang terdiri atas mineral, anorganik, dan bahan organik
  • Komponen cair (liquid) terdiri atas air, ion yang terlarut, molekul, soil solution
  • Komponen gas tanah terdiri atas gas atmosfer diatas tanah tetapi berbeda proporsinya
Beberapa fungsi tanah bagi tanaman yaitu:
  1. Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran 
  2. Penyedia kebutuhan primer tanaman 
  3. Penyedia kebutuhan sekunder tanaman 
  4. Sebagai tempat hidup biota tanah 
  5. Melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit dan dampak negatif dari pestisida maupun limbah industri yang berbahaya yang terdapat disekitar tanaman.
  • Lalu, tanah yang bagaimanakah tanah yang baik untuk penanaman tanaman?
Tanah humus merupakan salah satu jenis tanah yang sangat baik untuk pertumbuhan tanaman. Tanah humus memiliki kandungan nutrisi serta zat-zat yang baik bagi tanaman, selain itu tanah humus merupakan tanah yang subur yang berasal dari lapukan tanaman serta mengandung O dan kaya akan mikroba dan organisme yang akan membantu pertumbuhan tanaman. Selain itu ada pula jenis tanah vulkanik, tanah vulkanik atau tanah yang berasal dari lahar gunung merapi yang sudah mendingin, tanah vulkanik juga sangat baik untuk pertumbuhan tanaman karena dalam tanah vulkanik terdapat pula berbagai kandungan materi-materi organik dari gunung merapi. Namun, pada dasarnya setiap tumbuhan memilki kecocokan masing-masing pada tanah. Artinya mereka memiliki kriteria masing-masing dalam pertumbuhannya berdasarkan jenis tanahnya. Misalnya pada tumbuhan kaktus yang bisa hidup di pasir, atau teratai yang hidup di air, jadi bukan hanya tanah yang penuh humus , karena tiap tanaman memiliki kebutuhan nutrisi dan unsur hara yang berbeda-beda.
  • Lalu, apakah kandungan unsur hara dalam tanah bisa berkurang?
Tentu saja, kandungan unsur  hara dalam tanah mampu berkurang seiring dengan berbagai kegiatan organisme biotik. Faktor-faktor yang mempengaruhi berkurangnya unsur hara dalam tanah ini meliputi:
Pemakaian tanah yang terus menerus, artinya, tanah yang digunakan untuk ditanami tumbuhan secara terus menerus tanpa adanya penenangan kembali (jangka waktu tanah untuk mengembalikan kandungan unsur haranya tanpa ditanami tumbuhan) lama kelamaan akan berkurang kandungan haranya.
Pestisida yang mengandung banyak residu juga mampu mengurangi kadar hara tanah atau bahkan dapat merusak kondisi tanah
Air (hujan), air hujan juga dapat mengurangi kandungan hara dalam tanah, karena air akan membawa partikel-partikel unsur hara dalam tanah bersama aliran air, misalnya air hujan. Sehingga dalam waktu lama unsur hara tanah akan berkurang.


0 komentar:

Posting Komentar

TV Streaming

tutorial blogger Indonesia

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | WordPress Themes Review