Rabu, 15 Februari 2012

Guru dan Pengusaha Sukses


BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG PERMASALAHAN
Di antara makhluk hidup yang di ciptakan Tuhan Yang Maha Esa, manusia merupakan makhluk yang paling sempurna. Manusia membutuhkan pekerjaan agar memperoleh penghasilan untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Di antara manusia tersebut ada beberapa orang yang mendapat kesempatan dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri bahkan dapat membuka lapangan kerja untuk orang lain.
Dalam rangka pemerataan hasil-hasil pembangunan perlu lebih di tingkatkan dan diperluas usaha-usaha untuk memperbaiki penghasilan kelompok masyarakat yang mempunyai mata pencaharian rendah, seperti buruh tani, pedagang kecil, petani menggarap yang tidak memiliki lahan peternak kecil, nelayan, ataupun pengrajin.
Pengusaha golongan ekonomi lemah termasuk pengusaha informal dan tradisional perlu ditingkatkan dan dibina untuk meningkatkan kemampuan usaha dan pemasaran dalam rangka mengembangkan kewirausahaan, antara lain melalui pendidikan dan latihan serta penyuluhan dan bimbingan, dengan mengikut sertakan pengusaha besar dan menengah.
Dan kini pemerintah telah mengeluarkan kebijakan melalui penyediaan yang memadai untuk berbagai kemudahan dan bantuan seperti, kredit dan permodalan, tempat berusaha bimbingan teknologi cepat, dsb. Olehkarena itu, kini para masyarakat hanya saja perlu pengembangan usahanya, bagaimana cara pengelolaan barang-barang yang akan dibuat menjadi produk jual dan produknya itu dapat menarik hati konsumen.








BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Kewirausahaan
Istilah wirausaha diperkenalkan oleh Prof. Dr. Suparman Sumahamijaya pada tahun 1975 dengan menjabarkan dalam istilah aslinya yaitu entrepreneur, dalam arti mereka yang memulai usaha baru., menanggung segala resiko, dan mendapatkan keuntungan.
Kata “Wirausaha” merupakan terjemahan dari istilah bahasa inggris entrepreneur, yang artinya adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk melihat dan menilai kesempatan peluang bisnis. J. B. Say menggambarkan pengusaha sebagai orang yang mampu memindahkan sumber-sumber ekonomi dari tingkat produktivitas rendah ke tingkat produktivitas tinggi karena mampu menghasilkan produk yang lebih banyak.
Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Menurut dari segi etimologi (asal usul kata ). Wira, artinya pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, gagah berani, berjiwa besar, dan berwatak agung. Usaha, artinya perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Wirausaha dapat mengumpulkan sumber daya yang di butuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya, dan mengambil tindakan yang tepat guna untuk memastikan keberhasilan usahanya. Wirausaha ini bukan faktor keturunan atau bakat, tetapi sesuatu yang dapat dipelajari dan dikembangkan.
Dalam kewirausahaan perlu adanya pengembangan usaha, yang dimana dapat membantu para wirausahawan untuk mendapatkan ide dalam pembuatan barang-barang yang akan dijadikan produk yang akan dijual. Dalam proses pengembangan usaha ini diperlukannya jiwa seseorang wirausaha yang soft skill yang artinya  adanya ketekunan berani mengambil resiko, terampil, tidak mudah putus asa, mempunyai kemauan terus belajar, memberi pelayanan yang terbaik kepada konsumen, bersikap ramah terhadap konsumen, sabar, pandai mengelola dan berdo’a. karena semua usaha dan rencana tidak akan berhasil tanpa adanya ridho dari Allah SWT.
Untuk memulai usahanya, dimana para wirausahawan harus memiliki strategi pemasaran. Meskipun dalam mengembangkan usahanya hanya mempunyai modal terbatas, maka  perlu :

2.2 Langkah-Langkah Yang Dilakukan Dalam Pengembangan Usaha, sbb;
  a. Pertama kalinya adalah jeli melihat pasar.
Dalam hal ini, kebanyakan konsumen lebih memilih dan membeli produk yang tengah tren meskipun dalam kualitas produknya nomor 2 daripada kualitas produk nomor 1 tapi produknya ketinggalan jaman (dalam bidang garmen/usaha pakaian). Seandainya dalam bidang makanan, konsumen lebih membeli produk yang mempunyai kualitas, mutu, dan bergizi serta rasa yang enak.

  b. Langkah kedua adalah menjalin komunikasi dengan orang lain
Maksudnya agar tidak ketinggalan informasi diperlukan mata-mata dalam menjalankan usaha, tentunya mata-mata dalam ati positif yaitu orang yang bertugas mengumpulkan informasi untuk mendukung kemajuan usahanya. Memperluas jaringan komunikasi sangatlah penting selain mempermudah mendapatkan informasi juga dapat memperluas daerah pemasaran.
  c. Langkah ketiga yakni, berani berinvestasi
Sebagai pemula dalam usaha dengan dana/modal yang terbatas, diharapkan untuk berani menjual asset sendiri yang dapat menghasilkan uang untuk berinvestasi ataupun berusaha mengkredit uang dengan orang lain dengan syarat harus adanya pertanggungjawaban untuk melunasinya.
  d. Langkah keempat adalah focus dalam usahanya
Kelemahan dari para wirausahawan selama ini  adalah tidak mampu mengelola kesuksesan yang telah dicapai dengan melakukan tindakan yang tidak terkendali. Sebagai contoh, beberapa pengusaha garmen tergiur keuntungan sesaat dari bisnis valas  saat krisis moneter 1998, akhirnya mereka mencoba berbisnis valas sedangkan bisnis garmennya terbengkalai. Sementara bisnis valasnya merugi akibat ketiadaan pengalaman bisnis financial, maka pengusaha tersebut gulung tikar.

 e. Langkah kelima  adalah promosi
Dengan adanya promosi, masyarakat dapat mengenal produk yang ditawarkan. Sehingga konsumen dapat tertarik membeli produk yang telah dibuat. Para wirausahawan dapat mengambil alternatifnya yakni, dengan mengikuti bazaar, karena bazaar adalah sarana promosi yang murah dan dapat dijadikan momen untuk mengambil keuntungan. Setelah itu baru mempersiapkan brosur ataupun spanduk.
  f. Untuk langkah keenam  adalah pemasaran yang dilakukan para wirausahawan
Dapat memilih tempat yang strategis. Dan dalam hal memproduksi barang dan penamaan tempat (toko) perlu adanya keunikan. Karena dengan keunikan suatu barang, maka kemungkinan banyak konsumen yang mencari, dan semakin besar peluang untuk mendapatkan keuntungan besar, dalam hal ini juga dapat memberikan nilai tambah didalam penjualan produk atapun memberikan nilai diskon apabila pembelian banyak.
  g. Langkah Ketujuh adalah Pertimbangkan untuk mengembangkan bisnis
Yakni dengan jalan Waralabalisensi atau peluang bisnis ataupun distribusi wholesale.

2.3  Ada  Strategi Untuk Mendapatkan Keuntungan Besar
Seringkali para pemilik bisnis berpikir bahwa untuk meningkatkan profit/keuntungan maka mereka harus menaikkan jumlah pelanggan mereka dan omset mereka / total pendapatan kotor mereka. Anggapan ini adalah salah, karena profit, omset dan pelanggan sebenarnya adalah hasil akhir yang tidak dapat diubah bila wirausahawan tidak mengubah strategi tsb.
Adapaun strategi yang harus di ubah yaitu:
Calon Pelanggan x Tingkat Konversi = Jumlah Pelanggan
Jumlah Pelanggan x Jumlah Transaksi x Rata-rata Belanja = Omset
Omset x Margin = Keuntungan ( Profit)
Dalam berbisnis para wirausahawan hanya dapat mempengaruhi : calon pelanggan, tingkat konversi, jumlah transaksi, rata-rata belanja, dan margin


1.      Calon Pelanggan
Adalah setiap orang yang telah mampir ke toko, tapi belum membeli, mereka juga orang-orang yang telah menelepon ke toko dan meminta penjelasan tenteng produk tsb atau merespon email yang di buat untuk promosi tapi mereka belum membeli.
2.      Tingkat Konversi
Adalah persentase calon pelanggan yang akhirnya membeli produk. Sebagai contoh, bila saat ini datang 10 orang ke toko anda, kemudian 3 orang membeli,  maka tingkat konversinya adalah 30%.
3.      Jumlah Transaksi
Adalah berapa banyak pelanggan yang sama, untuk kembali ke toko dengan membeli produk tersebut.
4.      Rata-rata belanja
Adalah besarnya uang yang dibelanjakan dalam 1 kali transaksi. Contohnya, bila saat ini rata-rata pelanggan anda menghabiskan 50.000 rupiah untuk berbelanja di toko anda, maka anda dapat melakukan upaya agar mereka mau membelanjakan uangnya lebih banyak lagi di toko anda dalam 1 kali transaksi.
5.      Margin
Adalah persentase keuntungan dari produk tersebut. Sebagai contoh, bila      anda dapat menerapkan strategi-strategi yang tepat untuk menaikkan 10 % saja kinerja anda dimasing-masing langkah, maka diakhir periode anda dapat meningkatkan hingga 61 % keuntungan anda.

Pada hakekatnya dalam dunia wirausaha para wirausahawan harus berani terjun dalam mengembangkan usahanya hingga titik kesuksesan dan pada intinya banyak cara untuk mencapai kesempurnaan dalam dunia bismis namun semua dapat dicapai jika kita bersungguh-sungguh untuk mengembangkan bisnis yang kita punya. Dan kami berharap agar pembelajaran ini kita bisa mengambil pelajaran dalam  dunia bisnis yang ingin kita jalankan.
Dan semua pengorbanan yang kita keluarkan untuk mengembangkan usaha kita harus didukung juga rasa percaya diri agar mampu bersaing di dunia bisnis yang kita dalami.



2.4 Kisah Sukses Dr.H. Achmad Habib M.A
Berawal dari keluarga tidak mampu, sederhana, kampung terpencil, orang tua tidak berpendidikan dan buta huruf, dari situlah terlahir seorang anak kecil yang lugu bernama Achmad Habib. Latar belakang orang tua adalah petani dan dari kecil kebiasaan beliau adalah bertani. Setiap hari waktu Sekolah Dasar pulang sekilah langsung membantu orang tua di ladang dan sawah misalnya watun (bersih-bersih rumput di sawah).
Secara kebetulan dirumah beliau mempunyai kakak ipar seorang kades (kepala desa).
Dimana disuatu daerah terpencil seorang kades menampung beberapa guru yang mengajar di daerah tersebut yang berasal dari daerah lain. Karena kakak ipar beliau adalah salah satu keluarga baru jadi kakak ipar beliau tidak bisa menampung dan akhirnya ibu beliau sendiri yang menampung para guru. Karena dahulu bayaran seorang guru sangat kecil jadi dengan sukarela ibu beliau menampung meski para guru yang ditampung memberikan hanya sekedar ongkos.
Terinspirasi dai kegiatan seorang guru, menurut pandangan beliau waktu kecil seorang gutu pekerjaannya cukup santai. Pagi mengajar kemudian setelah pulang istirahat siang dan sore harinya santai-santai bisa main gitar, badminton, sepak bola dan selalu berpenampilan bersih. Tidak seperti kehidupan orang disekitar beliau, dimana orang kampung pagi-pagi harus bertani, siang hari langsung ada yang merumput, mencari kayu bahkan sampai sore hari. Dan beliau sendiri tiap harinya sangat kotor bahkan beliau sendiri pernah korengen (penyakit luka-luka kepala).
Dan kemudian waktu beliau kelas 5 SD, beliau memberanikan diri bertanya pada gurunya.bagaimana untuk menjadi seorang guru? Bagaimana caranya? Beliau ingin sekali menjadi seorang guru. Dan guru beliau menjawab, apabila ingin menjadi guru beliau harus sekolah SMP dahulu. Dan ternyata sekolah SMP tidak semudah yang dibayangkan. Jadi apabila ingin sekolah SMP beliau harus urbanisasi dari desa ke kota, karena  sekolah SMP hanya ada 2 se banyuwangi yakni SMP NEGERI dan SMP SWASTA. Kira-kira jarak dari kampung ke kota 60 KM. Alhamdullah ada keluarga di dekat sana dan beliau dititipkan di tempat saudara. Tapi jarak dari kos dan sekolah masih cukup jauh, beliau setiap hari harus jalan kaki, kira-kira jarak dari kos ke sekolah kurang lebih 4 KM. Sampai sering sepatu beliau hancur karena setiap hari harus jalan kaki.
Setelah lulus SMP beliau terpengaruh teman-teman untuk tidak menjadi guru, karena gaji guru kecil dan teman-teman beliau menyarankan untuk menjadi PEMDA, HAKIM atau JAKSA karena uangnya banyak kemana-mana bawa mobil karena waktu itu juga sudah mulai ramai tentang masalah korupsi. Bahkan orang tua beliau sendiri menyuruh untuk menjadi camat, tentu sesuatu hal yang tidak pernah terlintas di benak beliau.
Kemudian beliau melanjutkan sekolah SMA dan beliau ahli dalam bahasa asing terutama bahasa Inggris. Karena beliau sering mendatangi pelabuhan di dekat tempat tinggal beliau. Dan beliau ingin punya kelak seorang istri bule. Kemudian guru beliau menyarankan untuk kuliah di bahasa Inggris. Dan akhirnya beliau kuliah di IKIP Malang jurusan bahasa Inggris.
Setelah beliau kuliah 1 semester beliau membawa bule dari perancis yang kebetulan bertemu di jalan pulang kampung dan akhirnya ayah beliau marah besar. Dan orang tua beliau menyarankan beliau untuk nyantri. Dan kemudian beliau juga kuliah di UIN Malang, jurusan bahasa Inggris. Dan akhirnya beliau menjadi dozen di UMM jurusan KESOS, dan harus S2 jika ingin mengajar di Universitas, dan beliau ke ujung pandang untuk melakukan penelitian selama 1 tahun.
Beliau dikirim ke Amerika selama 2 tahun untuk kuliah S2 pada tahun 1985, kemudian beliau kembali ke malang untuk mengajar dan beliau tidak berhenti sampai disitu, beliau melanjutkan S3 di Unair (Universitas Erlangga).
Selama mengajar beliau juga pernah mengajar di Italia dan beliau sering mengikuti beberapa acara di luar negeri. Beliau juga pernah menjabat menjadi kepala jurusan, dekan selama 3 kali, direktur pascasarjana dan sekarang menjadi direktur american corner.
Tidak hanya mengajar beliau juga suka dengan kewirausahaan, beliau rajin menabung dan pandai berstrategi dengan membangun wirausaha contohnya kos, yang sekarang mencapai 80 kamar, dan rental sepeda motor.

2.5 Makna Yang Dapat Diperoleh
            Dalam berwirausaha itu tidak memilih mulai kapan, apa yang akan dilakukan, dengan siapa, apa yang akan diperoleh saja akan tetapi mulai kapanpun, apa saja bisa dilakukan, dengan siapa saja dan dan apa saja bisa diperoleh. Tidak hanya materi akan tetapi ilmu yang bermanfaat.
            Dalam berwirausaha tidak boleh ragu-ragu dalam melaksanakannya akan tetapi kita harus dapat yakin dan fokus kalau kita pasti akan berhasil,  harus juga disertai sikap pantang menyerah, dengan sifat itulah yang akan menuntun kita kedalam keberhasilan “bangkit, jatuh, bangkit lagi, jatuh lagi, bangkit lagi, jatuh lagi, bangkit lagi, semangat, yakin, berdo’a,  pantang menyerah, berhasil, sukses. .
            Harus disertai dengan ilmu dalam kewirausahaan dan ilmu itu dapat kita peroleh dimana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja.  Tidak hanya itu dengan berwirausaha kita dapat menolong sesama yang kurang mampu atau membutuhkan pekerjaan, tidak hanya uang yang kita berikan akan tetapi ilmu yang bermanfaat yang bisa kita berikan kepada sesama atau orang meyebut berbagi sukses.


KESIMPULAN
Dalam kewirausahaan perlu adanya pengembangan usaha, yang dimana dapat membantu para wirausahawan untuk mendapatkan ide dalam pembuatan barang-barang yang akan dijadikan produk yang akan dijual.
Dalam proses pengembangan usaha ini diperlukannya jiwa seseorang wirausaha yang soft skill yang artinya  adanya ketekunan berani mengambil resiko, terampil, tidak mudah putus asa, mempunyai kemauan terus belajar, memberi pelayanan yang terbaik kepada konsumen, bersikap ramah terhadap konsumen, sabar, dan pandai mengelola
Sukses itu bisa membuka lapangan kerja untuk orang lain. Sukses itu bisa membagi serta menularkan keberhasilan pada orang lain. Jadi, sukses itu tak hanya untuk kita, tapi juga untuk orang lain.
Diperlukan sikap Tidak mudah putus asa, Keyakinan, Fokus, Sabar dan berani mengambil resiko dalam berwirausaha
Tidak hanya Uang yang dapat kita berikan akantetapi ilmu yang bermanfaat.
Berdo’a. karena semua usaha dan rencana tidak akan berhasil tanpa adanya ridho dari Allah SWT.






Daftar Pustaka

Afzalur Rahman. 1996. Economic Doctrines of Islam, Edisi Indonesia, Doktrin Ekonomi
Islam, jilid 4 Terj. Suroyo Nastangin, Dana Bhakti Wakaf Yogyakarta.
diakses 7 Desember 2011
diakses 7 Desember 2011



0 komentar:

Poskan Komentar

TV Streaming

tutorial blogger Indonesia

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | WordPress Themes Review