Jumat, 08 Februari 2013

RAS-RAS DAN SPESIES MANUSIA SERTA MASALAH ASAL-USUL Homo Sapiens


 
RAS-RAS DAN SPESIES MANUSIA SERTA MASALAH
ASAL-USUL Homo Sapiens
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
            Dalam Biologi, manusia biasanya dipelajari sebagai salah satu dari berbagai spesies di muka Bumi. Pembelajaran Biologi manusia kadang juga diperluas ke aspek psikologis serta ragawinya, tetapi biasanya tidak ke kerohanian atau keagamaan. Secara Biologi, manusia diartikan sebagai hominid dari spesies Homo sapiens. Satu-satunya sub spesies yang tersisa dari Homo sapiens ini adalah Homo sapiens sapiens. Mereka biasanya dianggap sebagai satu-satunya spesies yang dapat bertahan hidup dalam genus Homo.
Nenek moyang primata masa kini barangkali adalah sekelompok insektivora yang relatif tidak menarik ditinjau dari perspektif kita umat manusia atau berbentuk seperti shrew pohon. Primata sendiri berarti “yang terutama”, dan hal ini tidak mengherankan, sebab manusia pastilah menganggap ordo mammalianya sebagai yang terpenting. Begitu juga halnya dengan jika kelinci yang menyusun taksonomi, lagomorpha akan dijadikan primata. Primata tampaknya telah mengalami suatu evolusi pada awal mulanya untuk mengembangkan jari tidak terspesialisasi yang amat baik untuk kehidupan arboreal. Perubahan dalam penglihatan, modifikasi pelvis, perilaku, dan perkembangan otak terjadi. Dan pada primata modern, termasuk kita, terlihat bahwa ciri hidup terestrial dan bukannya arboreal menandakan modernisasi primata.
Berbicara mengenai evolusi manusia dan primata, tidaklah berarti bahwa manusia berasal dari kera. Dalam menjelaskan mengenai evolusi, terutama mengenai evolusi manusia kita harus berhati-hati dan dapat bersikap netral. Hal ini berarti apapun keyakinan kita mengenai asal usul manusia, kita harus bisa mengemukakan bagaimana pendapat sekelompok orang dan bagaimana mengenai pendapat dari kelompok yang lain dan bukan hanya pendapat kita sendiri. Apabila memang manusia berasal dari kera sekalipun, para ahli evolusi tidak akan dapat membuktikannya. Metode demikian kita kenal dengan metode pendekatan. Jadi dalam membuktikan evolusi kita tidak menggunakan metode pendekatan pembuktian.

1.2  RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana hingga ditemukannya kemunculan berbagia macam ras dan spesies manusia ?
2.      Bagaimana sistematika pengklasifikasia ras- ras manusia menurut beberapa ahli ?
3.      Bagaimanakah ciri yang tampak pada masing- masing ras ?
4.      Bagaimanakah kemunculan adanya data evolusi primata ?
5.      Bagaimanakah asal- usul Homo sapiens dan permasalahannya ?

1.3 TUJUAN
1.   Mengetahui cara  kemunculan berbagia macam ras dan spesies manusia.
2.      Mengetahui sistematika pengklasifikasia ras- ras manusia menurut beberapa ahli.
3.      Mengetahui ciri  yang tampak pada masing- masing ras.
4.      Mengetahui bagaimana kemunculan adanya data evolusi primate.
5.      Mengetahui asal- usul Homo sapiens dan berbagai permasalahannya.











BAB II
PEMBAHASAN

2.1  VARIASI GEN DAN FENOTIP SEBAGAI DASAR PEMBAGIAN RAS
Variasi genetik atau variasi pada genotip manusia terjadi karena pada saat individu baru terbentuk dengan sel telur yang telah dibuahi (zigot), puluhan ribu gen dari pihak sel telur dan puluhan gen dari pihak spermatozoa bergabung dalam suatu kombinasi atau susunan pasangan gen. Dalam bentuk ciri-ciri yang tampak, variasi genetik dibagi dalam variasi yang disebabkan oleh gen tunggal dan variasi yang disebabkan oleh sekumpulan gen. ciri golongan darah seperti golongan A, B, AB, dan O merupakan variasi berdasarkan gen tunggal, sedangkan warna kulit atau tinggi badan disebabkan oleh sekumpulan gen.
Fenotip adalah hasil interaksi lingkungan dengan genotip sejak saat pembuahan sel telur. Pengaruh yang pertama datang dari lingkungan sekitar zigot, yaitu lingkungan kandungan. Ciri genotip tertentu seperti golongan darah tidak terpengaruh oleh lingkungan sepanjang hidup, tetapi banyak ciri yang lain berubah terus, sekalipun terbatas dalam ruang lingkup kemampuan tertentu yang tidak berubah. Variasi fenotip seperti warna kulit biasanya dipakai  sebagai dasar pembagian ras. Ras adalah suatu populasi (manusia) yang berbeda dari populasi yang lain dalam hal frekuensi sejumlah gen tertentu. Jumlah gen yang membawa perbedaan itu merupakan jumlah kecil dari genotip total. Karena itu, perbedaan genotif yang kecil, semua individu populasi manusia dari mana saja dapat kawin dan menghasilkan keturunan yang subur. Ras pada hakekatnya merupakan populasi yang berkembang baik menurtut hokum-hukum genetika, oleh karena itu ras dalam keadaan berubah terus. Ada “ras” yang berubah cepat, ada yang lambat, tetapi semua “change is time” atau berubah dalam periode waktu tertentu. Dengan demikian ciri-ciri fisik merupakan landasan untuk pembagian rasiologik ini, dimasa lampau tidak berlaku, dan dimasa yang akan datang perlu direvisi, tergantung kecepatan perubahan genetik.


2.2  KLASIFIKASI RAS-RAS MANUSIA
Sistem klasifikasi mengenai ras-ras manusia yang ada didunia menurut para ahli adalah sebagai berikut:
1.      Klasifikasi ras menurut Carolus Linnaeus (1725)
Dia mempergunakan warna kulit sebagai dasar klasifikasinya. Berdasarkan hal tersebut ras manusia dibagi menjadi empat golongan:
a.       Europeus Albus
b.      Asiaticus Luridus
c.       Amerinanus Rufus
d.      Afer Niger

2.      Klasifikasi ras menurut J.F. Blumenbach (1755)
Mengkombinasikan cirri morfologi sehingga mengklasifikan menjadi ras:
a.       Caucasia
b.      Ethiopia
c.       Mongolia
d.      Amerika
e.       Malaya

3.      Klasifikasi ras menurut J. Deniker (1889)
Menggunakan warna dan bentuk rambut sebagai ciri pembeda terpenting dalam sistem klasifikasinya.

4.      Klasifikasi ras menurut A.L. Kroeber
Klasifikasi menurut  Kroeber adalah:
a.       Australoid, penduduk asli Australia
b.      Mongoloid, antara lain:   
·         Asiatic Mongoloid (Asia Utara, Asia tengah, dan Asia Timur).
·         Malayan Mongoloid (Asia Tenggara, Kep. Indonesia, Malaysia, Filipina, dan penduduk asli Taiwan).
·         American Mongoloid (penduduk asli Amerika Utara dan America selatan, Eskimo di Amerika Utara, penduduk Terradel Fuego di Amerika Selatan).
c.       Caucasoid, antara lain:
·         Nordic (Eropa Utara sekitar Laut Baltik).
·         Alpin (Eropa Tengah dan Eropa Timur).
·         Mediteranian (penduduk sekitar Laut Tengah, Africa, Armenia, Arab dan Iran).
·         Indic (Pakistan, India, Bangladesh, dan Sri Lanka).
d.      Negroid, antara lain:
·         African Negroid (Benua Afrika).
·         Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Melayu, Filipina).
·         Melanisian (Melanisi Irian).
e.       Ras-ras khusus
Ras-ras ini merupakan ras yang tidak dapat diklasifikasikan kedalam kelompok diatas, antara lain:
·         Bushman (penduduk daerah Gurun Kalahari di Afrika Selatan).
·         Veddoid (penduduk di pedalamn Sri lanka dan Sulawesi Selatan).
·         Polynesian (penduduk di Kep. Mikronesia dan Polinesia).
·         Ainu (penduduk di Pulau Karafuto dan Hokkaido di Jepang Utara).

5.      Klasifikasi ras menurut Litton
Menurutnya istilah, ras kurang jelas batasan-batasannya dan sebagai gantinya dia mengusulkan penggunaan istilah breed, rase, dan stock. Berdasarkan konsepsinya, Litton membagi menjadi tiga stock, yaitu:
Ø  Stock Caucasoid, terpecah menjadi lima ras, yakni:
·        Ras Nordic
-    Terdapat di Eropa Utara.
-       Ciri-cirinya: kepala panjang dan pigmentasinya putih.
·        Ras Alpine
-    Terdapat di Eropa Tengah.
-    Ciri-cirinya: kepala bulat, bentuk pendek, warna mata dan rambut coklat.
·        Ras Mediteranian
-    Terdapat di Eropa Selatan.
-    Ciri-cirinya: kepala panjang, bentuk badan medium sampai pendek, pigmentasi hitam, warna rambut dan mata hitam.
·        Ras Amenoid
-    Terdapat di Eropa Tenggara Timur.
-    Ciri-cirinya: pigmentasi hitam, warna rambut dan mata hitam.
·        Ras Hindi
-    Terdapat di India.
-    Cirinya seperti sub ras Mediteranian.
Ø  Old World Mongoloid
·        New World Mongoloid (berada di benua Amerika, yakni ras Tionghoa dan ras Malaya).
Ø  Stock Negroid, terpecah menjadi beberapa ras, yakni:
·        Ras Negro Nelotic
·        Ras Negro Hotan
·        Ras Negro Pigmeis
·        Ras Negrito
·        Ras Negro Oceanic
·        Ras Bushman Hottentot

6.      Klasifikasi Ras menurut Lewontin (1972)
Dia membuat daftar populasi hasil penyelidikan genetic sebagai berikut:
Ø  Kaukasia, meliputi:
Arab, Armewnia, Basque, Belgia, Bulgaria, Ceko, Denmark, Belanda, Mesir, Inggris, Estonia, Finlandia, Perancis, Georgia, Jerman, Yunani, Gipsi, Hongaria, Eslandia, India, Italia, Iran, Norwegia, Yahudi, Oriental, Pakistan, Polandia, Portudis, Rusia, Spanyol, Swedia, Swiss, Syiria, Tristan, Wales, dan Cucha.

Ø  Afrika Hitam, meliputi:
Chania, Hobe, Hottentut, Hututu, Ibo, Iraki, Kenya, Kikuyu, Liberia, Luo, Abesinia, Bantu, Burundi, Batutsi, Bush, Congol, Ewe, Fulani, Gambia, Msutu, Madagaskar, Muzambik, Nigeria, Pigmi, Senghala Shona, Shomali, Sudan, Tanganyika, Tutsi, Uganda, Kulit Hitam Amerika Serikat, Afrika Barat, Xoma, dan Zulu.
Ø  Mongoloid, meliputi:
Ainu, Bhutan, Bogobos, Brunei, China, Daya, Filipina, Ghasghai, Indonesia, Jepang, Jawa, Kirghiz, Korea, Lapp, Malaya, Senoy, Siam, Taiwan, Tartar, Thailand, Turki.
Ø  Pribumi (Aborigin) Asia Tenggara, meliputi:
Andaman, Badagas, Chenchu, Irula, Maratha, Naiar, Onge, Oraon, Tamil, dan Toda.
Ø  Amerin, meliputi:
Alacaluf, Aleuf, Apache, Atacameno, “Athabasca”, Ayamara, Baroko, Kaki Hitam (Black Feet), “ Indian Brazilia”, Chippewa, Caingang, Choco, Cousshatta, Cuna, Diegueno, Eskimo, Fltheat, Huastco, Ica, Kwakiutl, Labrador, Lacandon, Mapuche, Maya, “Indian Meksiko”, Navaho, Nez Perce, Paez, Pehuenche, Pueblo, Quechua, Seminole, Shoshone, Toba, Utes, “ Indian Venezuela”, Xavante.
Ø  Oceania, meliputi:
Bangsa-bangsa di kepulauan Admiral, Caroline, Easter, Ellice, Fiji, Gilbert, Guamia, Hawaii, Kapingas, Maori, Marshall, Melanaua, “Melanesia”, “ Micronesia”, New Briton, New Caledonia, New Hebride, Palaua, Papua, “ Polinesia”, Saipan, Samoa, Solomon,Tonga, Truke, dan Yape.
Ø  Pribumi Australia (Aborigin)


7.      Klasifikasi Ras menurut Eickstedt
Suatu pembagian oleh Eickstedt (1934) dan dikembangkan oleh Beals (1959), urutan berdasarkan abjad untuk rumpun-rumpun, yakni:
Ø  Rumpun induk “ Caucasoid”
·   Caucasoid purba:
-    Ainu
-    Australoid
-    Dravida
-    Weda
·   Caucasoid utama:
-    Alpine
-    Armenoid
-     Mediteran
-    Nordik
Ø  Rumpun induk Negroid:
·   Negroid utara:
-    Suku-suku Negroid
-    Afrika Barat
-    Negrito
·   Negroid campuran:
-    Bushman-Hottentot
-    Negro Nilotik
-    Negro Melanisia


2.3 CIRI PADA MASING- MASING RAS
Ø  Ras Caucasoid
Ras Caucasoid dapat ditemui di daerah timur sampai dekat dengan Eropa, dengan ciri-ciri sebagai berikut:
-    Kulit putih
-    Rambut berombak sampai lurus
-    Warna rambut pirang sampai hitam
-    Hidung sempit, panjang, dan mancung
-    Garis rambut tidak lebih dari dahi
-    Perawakan sedang sampai tinggi
Ø  Ras Mongoloid
Ciri-ciri umum ras Mongoloid adalah:
-    Kulit berkisar dari kuning langsat sampai sawo matang.
-    Bulu badannya sedikit, tetapi rambutnya lebat dan panjang,  lurus, kaku dan kasar dengan diameter lebih kurang 100 mikron.
-    Dahi banyak yang curam dan keningnya datar.
-    Bola mata kecil, hidungnya tidak mancung dengan akar datar dan batang cekung atau lurus, ujung hidung membulat dan lebarnya sedang.
-    Bibir umumnya sedang.
-    Perawakan pendek sampai tinggi dan kecil.
-    Tubuh panjang dan bidang dengan bahu lebar dan pinggul sempit.
Fosil-fosil pendukung Ras Mongoloid:
-     Pithecanthropus modjokertensis dan Megathropus palaeojavanicus (usia ± 0,4 juta tahun yang lalu, ditemukan dilapisan tertua).
-     Pithecanthropus soloensis (usia ± 200 juta tahun yang lalu dan hidup dizaman es).
-     Pithecanthropus erectus (usia ± 500.000-700.000 tahun yang lalu dan berasal dari Gunung Muria).
-    Manusia wajak (usia ± 5.000-40.000 tahun yang lalu dan ditemukan di Wajak).
Ø  Ras Australoid
Ras Australoid memiliki ciri-ciri umum yakni:
-    Warna kulit coklat tua sampai hitam.
-    Bulu badan banyak.
-    Rambutnya keriting sampai spiral, kasar dan berwarna hitam sampai coklat tua.
-    Kepala sedang sampai lonjong.
-    Dahinya miring sampai sempit, keningnya nyata, belakang kepala miring.
-    Muka oval panjang menonjol.
-    Bola mata dan celah matanya sempit dengan warna mata coklat tua sampai hitam.
-    Perawakan sedang sampai tinggi.
-    Tubuh lebih tinggi dan tegap.
-    Bibir sedang sampai tebal.
Fosil-fosil pendukung Ras Australoid
-    Manusia Hill (hidup diperkirakan 8.000-15.000 tahun yang lalu).
-    Manusia Mungo (hidup diperkirakan 30.000 tahun yang lalu).
Ø  Ras Indian Amerika
Ras India secara genetik berbeda dengan penduduk sebagian Asia. Ada perbedaan frekuensi gen yang jelas antara Indian Amerika Selatan, India Amerika Utara, dan Eskimo. Ciri fisik ras ini adalah kulit kuning, rambut hitam, dan perawakan sedang.

Ø  Ras Negroid
Orang-orang ras Negroid memiliki ciri-ciri yang dijadikan dasar diskriminasi rasial. Ciri paling utama adalah warna kulit hitam atau gelap. Ras Negroid dianggap mempunyai kemampuan intelektual yang rendah, berevolusi belakangan, dan berdisiplin kurang. Hitam dianggap kotor, cemar, dan primitif. Ciri-ciri lain dari ras Negroid yaitu:
-    Rambut keriting (sering dianggap sebagai penunjuk darah Negroid).
-    Warna rambut hitam.
-    Garis rambut yang lebih rendah dari pada dahi (sering masih dihubungkan dengan ciri mental yang jelek).
-    Bulu muka sedikit.
-    Hidung lebar, pendek dan pesek, sehingga membentuk segitiga samasisi pada beberapa populasi.
-    Lengan, tangan dan jari-jari yang panjang, serta jempol yang pendek.
-    Memiliki tumit yang panjang, otot betis panjang.
Fosil-fosil pendukungditemukannya ras Negroid:
-    Ada dua kota di Afrika Selatan tempat ditemukannya fosil, yakni Klasies River Mouth (KRM) dan Kwazula. Fosil yang ditemukan diidentifikasi sebagaii Homo sapiens.
-    Fosil dari Afrika Timur (khususnya di Ethiopia, yang dinamakan Omo 1).
-    Fosil dari Afrika Utara
Negara di Afrika Utara, yakni Moroko (kota Safi dan Marrakech) ditemukan fosil yang dinamakan Homo erectus. Manusia purba ini  mulai timbul di Afrika kemudian segera menyebar ke seluruh Asia (diwakili oleh manusia Jawa dan manusia Peking). Penyebaran Homo erectus di Afrika, Asia dan Timur Dekat membuat sejumlah lengkang gen menjadi agak terisoler.


2.4  DATA FOSIL EVOLUSI PRIMATA
Bermacam-macam fosil primata seperti Mesopithecus, Miopithecus,dan Aegyptophitecus dari lapisan Oligosen; Parapithecus, Propliopithecus yang berbentuk seperti bajing, diperkirakan tidak mempunyai hubungan kekerabatan yang cukup dengan manusia. Fosil primata yang paling tua dan masih termasuk famili Homonidae adalah Dryopithecus, Limnopithecus, Brahmapithecus, Sivapithecus, Pliopithecus, Oreopithecus, dan Proconsul yang dikenal sejak zaman Miosen.
Dryopithecus dianggap berkerabat dengan bangsa beruk dan kera, sedangkan Proconsul merupakan fosil Hominid tertua yang diduga berkerabat dengan gorilla dan simpanse. Fosil Brahmapithecus dan Sivapithecus belum diketahaui kerabat dekatnya. Kemudian kita mengenal fosil Hominid yang lebih muda yakni Ramapithecus yang dianggap sebagai fosil yang erat hubungannya dengan manusia. Fosil ini pada mulanya hanya sebuah tulang rahang. Namun kini pandangan tersebut berubah, karena penemuan baru telah meberikan pandangan yang lebih baik. Fosil ini ternyata identik dengan Dropithecus. Fosil berikutnya adalah Kenyapithecus.
Fosil Homo mungkin pula telah ada, namun data yang ada belum meyakinkan. Baru kemudian, pada lapisan yang lebih muda, mulai dijumpai Paraustralopithecus aethiopicus, yang kemudian oleh para ahli yang beraliran progresif sekaran disebut Homo aethiopicus, Australopithecus (A. africanus, A. afarensis), Homo, Meganthropus palaeojavanicus (Homo mojokertoensis), dan Paranthropus (P. boisei, P. robustus). Kedua marga fosil terakhir dan Gigantopithecus adalah fosil manusia atau kera berukuran besar dan mungkin pantas dinamakan raksasa. Fosil-fosil yang menempati lapisan lebih atas adalah Zinjanthropus, Homo habilis, Homo ergaster, Homo rudolfensis. Baru kemudian kita mengenal manusia purba, Homo erectus (Sinatropus, Pithecanthropus, Atlanthropus, Telanthropus, Eoanthropus dan Homo heidelbergensis). Fosil-fosil Hominid yang paling muda semuanya sudah dianggap sebagai Homo-sapiens (Swancombe, Steinheim, Cro-Magnon) dan Homo sapiens neaderthalensis (Homo soloensis, Homo rhodosiensis).
Pendekatan molekuler dilakukan oleh sekelompok peneliti dari Universitas California di Berkeley. Tahun 1987 mereka mengemukakan hasil analisis ADN mitokondria yang menunjukkan bahwa ADN mitokondria manusia yang paling primitif (wanita, karena ADN mitokondria diturunkan dari pihak ibu) terdapat di Afrika. Bila dikaji mengenai kecepatan mutasi ADN mitokondria, dan dikaitkan dengan perubahan yang terjadi, maka dapat disimpulkan bahwa manusia yang paling primitif harus sudah berada di muka bumi sekitar 200.000 tahun yang lalu. Hal ini menimbulkan kontroversi dengan data fosil, karena menurut fosil, Homo sapiens pertama berumur paling sedikit sekitar 250.000 – 1.000.000 tahun yang lalu. Apalagi bila kita membaca buku yang lebih tua, maka dapat kita menemukan bahwa perkiraan manusia pertama adalah sekitar 15.000.000 tahun yang lalu.
Namun bukti ilmiah membuktikan bahwa Lucy bukan nenek moyang manusia modern, karena secara genetis berbeda dengan manusia sekarang. Para ahli Paeontropologi memiliki hipotesis bahwa asal muasal manusia modern dari wanita yang hidup di Afrika (Hawa) 100.000-300.000 tahun yang lalu. Hawa membawa salah satu tipe ADN mitokondria. Tipe ADN ini sebagai pabrik energi dalam sel yang memasok 90% energi agar sel, jaringan dan organ serta sistem tubuh yang meneruskan faktor keturunan dari sel induk kepada sel turunan. Kesimpulannya, kita berasal dari keturunan nenek moyang wanita “Hawa”.
Penelitian tadinya dilakukan oleh kelompok lain dengan menggunakan analisis ADN kromosom Y menunjukkan bahwa pria pertama berasal dari daerah Aka Afrika, di tempat suku Pygmee berada. Pendekatan tersebut di atas, meskipun mengarah kepada Afrika sebagai daerah asal manusia, sangat didukung oleh data fosil. Meskipun data molekuler sangat cocok dengan data fosil, namun data yang masih ada belum cukup memastikan asal usul manusia. Teori lain menyatakan bahwa manusia pertama mungkin adalah suatu hybrid antara manusia primitif (Homo erectus dengan Homo habilis dan Homo neaderthalensis) dan dihasilkan manusia modern yang hidup sekarang. Pendapat lain mengatakan bahwa asal usul manusia terjadi di Afrika dan Asia. Ada pula kemungkinan yang jauh lebih kecil yakni di Eropa dan Australia. Pendapat ini didasarkan pada fosil Homo erectus dan fosil Homo sapiens.


2.5  ASAL USUL MANUSIA
2.5.1  Asal-Usul Homo Sapiens Berdasarkan Data Fosil
            Semua manusia termasuk satu jenis, yakni Homo sapiens, yang artinya adalah manusia berakal. Penamaan Homo sapiens pertama kali diberikan Carolus Linnaeus (1707-1778). Kata latin “Homo” berarti manusia, Homo sapiens diperkirakan muncul di muka bumi sejak 5.000 tahun yang lalu. Genus Homo selain Homo sapiens yang telah punah adalah Homo neanderthalensis. Secara anatomis, Homo neanderthalensis paling dekat dengan Homo sapiens, hidup kira-kira 5.000-150 tahun yang lalu.
Golongan Pithecanthropus memiliki bentuk fisik manusia primitif. Tengkoraknya berukuran lebih kecil, dan jelas memperlihatkan tanda-tanda mirip kera dengan atap tengkorak yang mendatar tanpa dahi yang berarti, dan tidak ada dagu yang menonjol. Tetapi pithecanthropus sudah dapat berjalan tegak sekalipun agak bengkok dan tangan-tangannya digunakan hampir sama dengan manusia sekarang. Kata lain pithecan, artinya kera; anthropus artinya manusia, sehingga pithecanthropus berarti manusia kera.
Makhluk yang jauh lebih primitif dari Pithecanthopus adalah makhluk-makhluk yang tergolong pra-manusia. Makhluk jenis kera purba diduga mengadakan differensiasi menjadi beberapa makhluk mengarah ciri-ciri manusia. Perkembangan ini berlanjut sampi menjadi kera-kera berderajat lebih tinggi yang telah memfosil yakni Australopithecus. Kata lain dari australis artinya selatan, pithecus artinya kera, artinya secara umum kera dari Afrika Selatan. Pada Australopithecus adalah makhluk ini serupa kera, kecuali otaknya yang lebih besar, tulang pinggul, tulang paha, dan tulang-tulang kakinya serupa manusia serta giginya lebih dekat pada gigi manusia. 
Melihat urut-urutan besar tengkorak ada sementara, orang segera menarik kesimpulan Australopithecus nenek moyang pithecanthropus, dan pithecanthropus nenek moyang Homo neanderthalensis. Alasannya, makhluk-makhluk yang sudah berjalan tegak berangsur-angsur mengalami evolusi pembesaran otak, bahkan ada yang mengira Homo neanderthalensis benar-benar nenek moyang manusia sekarang.
Bila kita mengikuti teori evolusi biologi, bahwa makhluk hidup berkembang dari makhluk hidup yang lebih sederhana. Tetapi tidak berarti semua makhluk hidup sederhana menjadi nenek moyang makhluk yang lebih tinggi tingkatannya.


 





Gambar 2. Asal-usul Homo sapiens berdasarkan data fosil
2.5.2  Asal Manusia Menurut Teori Evolusi Organik
            Manusia sekarang ini (Homo sapiens) telah berasal dari makhluk-makhluk yang telah memfosil. Jenis-jenis makhluk yang telah memfosil pernah berkembang dari jenis makhluk yang sama dalam perjalanan evolusinya dahulu, tetapi pada jalan perkembangan ke arah jurusan yang tidak sama. Bila kita mengikuti teori evolusi biologi bahwa makhluk hidup berkembang dari mahkluk hidup yang lebih sederhana. Tetapi tidak berarti semua mahkluk hidup sederhana menjadi nenek moyang mahkluk yang lebih tinggi tingkatannya.
            Teori evolusi biologi hanya menyimpulkan kera-kera yang masih hidup di waktu ini dan manusia telah berkembang pada jalan perkembangan yang berbeda, sekalipun mungkin berasal dari perkermbangan evolusi makhluk hidup pra-sejarah yang sama.
            Homo sapiens dalam evolusi biologi tidak dikecualikan dari makhluk hidup lain, konsekuensinya manusia tentu juga keturunan atau telah berkembang dari makhluk hidup jenis lain yang lebih rendah derajatnya. Masalah-masalah yang musykil masih belum terjawab, yakni mengenai berasal dari spesies pra-manusia yang manakah Homo sapiens itu, serta dimanakah Homo sapiens muncul pertama kali dibumi sebagai mata rantai yang paling sempurna dari evolusi makhluk-makhluk hidup.
            Charles Darwin menekankan bahwa kita bukan harus mencari nenek moyang itu antara any living ape or monkey, karena hewan-hewan itu dahulu berasal dari nenek moyang yang menurunkan manusia, hanya perubahan evolusinya ke arah yang berlainan.
            Pada akhir bukunya “ The Origin of Species “, 1859, Darwin hanya mengatakan, “Much light will be thrown on the origin of man and his history”, dan dalam bukunya kemudian “The Descent of Man“, 1871, Charles Darwin benar-benar tidak dapat menjelaskan dengan pasti nenek moyang manusia, dan hingga kini sebenarnya asal-usul manusia belum jelas benar sebagaimana kebanyakan dikirakan orang.
2.5.3        Asal Usul Manusia Menurut Al-Quran
Pemciptaan manusia sanagat jelas dibahas dalam Al-Quran. Kitab suci Al-Quran menyebutkan manusia dengan tiga macam istilah yakni insan (QS. As-sadajah:7), basyar (QS. Rum:20) dan bani Adam (QS. Al-isra: 70). Dua istilah pertama menunjukkan fitrah atau naluri manusia, yaitu “pelupa” dan “yang mempunyai perasaan atau emosi”, sedangkan istilah ketiga menunjukkan asal usul manusia yang pertama kali diciptakan oleh Tuhan, yakni Adam. Allah SWT membimbing kita dengan jelas dan nasihat untuk mencari dan belajar lebih lanjut terhadap pokok permasalahan penciptaan terhadap kita sebagai mana tercantum dalam Al-Quran, yaitu pada QS. Al-Ankabut ayat 19-20:








 










Selanjutnya pada Al-Quran surat Al-Mu’minun (23) ayat 12-13:


 








Tanah mengandung tujuh komponen yaitu; zat pembakar (oksigen), zat arang (karbonium), zat lemas (nitrogenium), atom zat air (hidrogenium), zat besi (ferum), unsur-unsur zat asli yang terdapat di dalam tanah atau zat-zat anorganik, dan lumpur hitam. Komponen tersebut merupakan komponen utama yang digunakan Allah untuk menciptakan manusia pertama (Adam).
Ayat berikut ini akan menjelaskan lagi tentang petunuk yang jelas mengenai evolusi manusia, tetapi kita semua masih belum memahami bagaimana manusia melaju hingga bentuk sekarang ini. Seperti pada Al-Quran surat Nuh (71):14 yangt maknanya: “padahal dia sesungguhnya telah menciptakan padahal dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan jadian”. Selanjutnya Al-Quran surat Nuh (71):17 yang maknanya: “dan Allah telah menumbuhkan nenek moyang mu dari tanah lalu memperkembangbiakkan kami bagai tanaman juga”.
 Itulah sebabnya manusia telah dibuat dengan proses evolusi yang teratur. Proses itu melewati tahap-tahap tertentu yang teratur dan rapi dalam pengembangannya, sehingga dia mengetahui pula tentang bagaimana seluruh mineral, sayuran, tumbuhan, binatang, dan semua makhuk hidup, sebagaimana manusia mampu menemukan kembali berbagai macam mineral dan sejenisnya yang terkandung dalam perut bumi.
Dalam Al-Quran tertulis jelas bahwa nenek moyang semua manusia dimuka bumi adalah nabi adam dan hawa. Adam menurut Widodo (1992), Adam adalah makhluk yang sudah dapat berfikir pda taraf konsepsi, mempunyai kemampuan berfikir abstrak dan memiliki bahasa. Adam dan keturunannya adalah makhluk manusia yang sadar akan dirinya, dapat dibebani pertanggung jawaban moral dan spiritual. Bila dikaitkan dengan teori evolosi biologi, tingkatan ini mencapai tingkatan manusia yang berakal (Homo sapiens).
Selanjutnya dalam Al-quran surat Qaaf ayat (50): 15 yang maknanya: “apakah Kami letih dengan penciptaan yang petama itu? Sebenarnya mereka ragu-ragu tentang penciptaan yang baru.” Dalam surat Al-Insan (76):28


 








Dalam Al-Quran surat Al-Baqarah (2):30, Allah berfirman kepada malaikat


 








Ayat diatas memberikan petunjuk sebelum Adam, malaikat sudah pernah melihat adanya manusia lain yang ditempatkan di bumi yang memiliki sifat suka berbuat onar dan menumpahkan darah. Karena itu, yang dimaksudkan khalifah-Nya di bumi adalah Adam dan kaumnya yang telah dilengkapi kemampuan berpikir dan bernalar.

2.6 MASALAH ASAL- USUL Homo sapiens
Asal- usulyang paling banyak diperdebatkan : Manusia atau Kera, Nenek Moyang Kita.
Sejarah asal mula manusia menurut Islam dan teori evolusi menurut para ahli. Begitu banyak penemuan manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi masih ada satu permasalahan yang hingga kini belum mampu dijawab dan dijabarkan oleh manusia secara eksak dan ilmiah. Masalah itu ialah masalah tentang asal usul kejadian manusia.
Ø  Subyek yang terus diperdebatkan
Pembahasan tentang asal- usul manusia tidak terelakkan lagi. Banyak para peneliti modern merasa terdorong teori lama dengan dengan argumen- argumen ilmiah, yang memberikan semacam pembaharuan yang sesuai dengan selera masa kini. Bahwasannya manusia merupakan perwujutan atau hasil perubahan dari kera.  Apabila kera dan manusia diteliti terdapat perbedaan yang sangat jelas berbeda. Sebagian besar orang mengatakan bahwa Pongid dan Hominid mempunyai nenek moyang yang sama. Tetapi tidak terdapat dalam satu pertemuan pun yang dapat membuktikan kebenaran tersebut.Tak seorangpun menemukan bentuk yang memberikan mata rantai antara dua silsilah keturunan.
Ø  Kesamaan- kesamaan dan perbedaan- perbedan antara ciri anatomis manusia dan ker.

 BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Ekspresi gen dari variasi genotip digunakan para ahli untuk menentukan dasar penggolongan ras-ras manusia di seluruh dunia. Evolusi pra- Homo sapiens yang telah di uraikan di atas hanya didasarkan pada penemuan fosil-fosil. Teori evolusi biologi menyebutkan bahwa makhluk hidup berkembang dari makhluk hidup yang lebih sederhana, akan tetapi tidak berarti semua makhluk hidup sederhana menjadi nenek moyang makhluk yang lebih tinggi tingkatannya. Dalam hal ini Homo sapiens tidak dikecualikan dari makhluk hidup lain, sehingga konsekuensinya manusia tentu juga keturunan atau telah berkembang dari makhluk hidup jenis lain yang lebih rendah derajatnya. Pada akhirnya kita tetap berpegang teguh pada Al-Quran sebagai pedoman hidup kita dan tetap menghargai teori-teori evolusi manusia yang telah dikemukakan oleh para ahli sebagai ilmu pengetahuan.

3.2 SARAN
            Demikian makalah ini disusun beserta masalah-masalah sosial yang sering terjadi di masyarakat. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini kurang baik dan masih terdapat banyak kekurangan, sehingga kritik dan saran membangun dari pembaca sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
 
DAFTAR PUSTAKA

Aizid, Rizem. 2010. Misteri Alam Rahim. Diva Press: Malang.
Anonim. 2010. DNA Manusia Purba X-Woman Ditemukan Di Pegunungan Siberia. (online). http://www.tribunnews.com/2010/03/25/dna-manusia-purba-x-woman-ditemukan-di-pegunungan-siberia. Diakses tanggal 25 November 2010.
Anonim. 2010. Evolusi Homo sapiens. (online). http://history1978.wordpress.com/2009/09/06/ evolusi-homo-sapiens/. Diakses tanggal 25 November 2010.
Hamid, Huzaifah. 2010. Evolusi, Teori Evolusi, dan Teori Darwin. (online). zaifbio.wordpress.com. Diakses 29 Oktober 2010.
Waluyo, Lud. 2006. Evolusi Organik. UMM Press: Malang
Waluyo, Lud. 2010. Miskonsepsi dan Kontroversi Teori Evolusi Organik. UMM Press: Malang



     

0 komentar:

Posting Komentar

TV Streaming

tutorial blogger Indonesia

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | WordPress Themes Review